Persiapan Puncak Haji 2026: Jemaah Imbau Bijak Atur Stamina Jelang Fase Armuzna
JAKARTA, SAPUHI – Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kian dekat. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengeluarkan imbauan tegas bagi seluruh jemaah haji Indonesia agar mulai melakukan manajemen aktivitas secara bijak. Pengaturan pola kegiatan dan menjaga kondisi fisik menjadi kunci utama kesuksesan menjalankan rukun dan wajib haji yang menguras energi.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menekankan bahwa kesiapan fisik merupakan faktor krusial. Mengingat cuaca di Arab Saudi yang menantang dan kepadatan massa yang luar biasa, jemaah diminta untuk tidak memaksakan diri dalam aktivitas sunnah yang berlebihan sebelum hari H keberangkatan ke Arafah.
“Menjelang operasional Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak, seperti umrah berkali-kali atau bepergian jauh dari penginapan, agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria Assegaf dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Update Operasional Haji 1447 H/2026 M
Memasuki hari ke-24 operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H, data menunjukkan arus kedatangan jemaah berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah pun terpantau lancar. Tercatat sebanyak 353 kloter yang membawa 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah menempati hotel-hotel di Makkah. Sementara itu, untuk gelombang kedua yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, telah tiba sebanyak 120 kloter dengan 45.914 jemaah.
Tak hanya jemaah haji reguler, sebanyak 10.535 jemaah haji khusus juga dilaporkan telah berada di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai dengan jadwal masing-masing biro perjalanan.
Kesiapan Infrastruktur di Armuzna Mencapai 90 Persen
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat ini tengah bekerja ekstra keras melalui Satuan Operasi Armuzna. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh sarana akomodasi, konsumsi, dan transportasi di masya’ir (tempat-tempat ibadah haji) siap digunakan.
"Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah, khususnya saat pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah lalu ke Mina, berjalan tanpa kendala," jelas Maria.
Pemerintah juga telah menyiapkan skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan di jalur-jalur krusial. Pengaturan jadwal keberangkatan bus dan skema murur (melintas) di Muzdalifah bagi jemaah tertentu terus dimatangkan demi keselamatan jemaah.
Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Suhu Ekstrem
Suhu udara yang tinggi di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri. Kemenhaj memberikan beberapa tips penting bagi jemaah untuk menjaga kesehatan selama menunggu waktu wukuf:
- Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Hindari keluar hotel pada siang hari saat matahari terik (pukul 10.00 hingga 16.00 WAS).
- Cukupi Cairan Tubuh: Jangan menunggu haus untuk minum. Perbanyak konsumsi air putih dan elektrolit untuk mencegah dehidrasi.
- Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Selalu gunakan payung, kacamata hitam, masker, dan yang paling penting, jangan melepas alas kaki saat berada di area masjid atau jalanan untuk menghindari kaki melepuh.
- Istirahat Cukup: Prioritaskan tidur yang berkualitas untuk mengembalikan stamina tubuh.
Perhatian Khusus bagi Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi
Bagi jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid), Maria meminta agar mereka selalu berada dalam pengawasan petugas. Jemaah diimbau tidak sungkan berkoordinasi dengan petugas kesehatan atau ketua regu jika merasakan keluhan sekecil apa pun.
Petugas kesehatan haji Indonesia saat ini disiagakan secara aktif di setiap sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga fasilitas rujukan di Arab Saudi untuk memberikan pendampingan medis 24 jam.
“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik yang berat. Karena itu, stamina perlu dikelola sejak sekarang. Fokuslah pada persiapan puncak haji di Armuzna agar dapat meraih haji yang mabrur dengan kondisi sehat walafiat,” tutup Maria.